Terpukau Media Layar, Bikin Konsentrasi Kacau Bag3

Ketika ia belajar mengikat tali sepatunya, dia harus memusatkan perhatian pada bagaimana urutan proses kerjanya, bagaimana membentuk simpul, dan bagaimana menumpuk ikatan simpulnya.

Baca juga : Kerja di Jerman

Penelitian membuktikan anak yang memiliki gangguan dalam pemusatan perhatian akan memiliki hasil belajar yang lebih rendah dibanding anak lain, lebih sering bertindak impulsif, mengabaikan aturan sosial, dan agresif ketika frustasi. POLA PIKIR KACAU Netty mengakui bahwa Fajar, anaknya yang berusia 5 tahun, kecanduan nonton teve. “Ma na yang ditonton fi lm India lagi! Itu karena Fajar menghabiskan waktu lebih banyak bersama neneknya selama saya bekerja. Ternyata tontonannya mengikuti selera nenek.” Netty pernah mencabut kabel teve agar Fajar tidak menonton drama India yang durasi tayangnya cukup panjang itu. Tak disangka Fajar malah berteriak-teriak dan segera berlari ke rumah tetangga.

”Ternyata tontonan drama-drama tersebut sangat memengaruhi pola pikir serta tutur kata Fajar. Ia lebih terlihat sensitif dan ‘ketuaan’ jika berbicara. Gurunya juga sering mengeluh Fajar sering terlihat ngantuk di kelas. Saya sudah berusaha mengalihkan perhatian Fajar untuk tidak nonton fi lm yang tidak layak untuk anak seusianya, dan memberikan tontonan kartun yang mengandung edukasi, namun tetap saja belum berhasil.”

Ya, bahwa kecanduan menonton media layar berdampak pada kacaunya atensi anak diamini oleh Netty. Karenanya, untuk mencegah anak kecanduan gadget atau teve, Mama Jericka meng atur kegiatan anaknya agar seimbang, “Brandon biasanya saya suruh main di halaman dengan si mbak atau ke taman kompleks kalau sudah selesai nonton teve. Jadi badannya juga bergerak.”

PEMUSATAN ATENSI Kembali lagi ke dampak teve, sebuah studi di USA berskala nasional pada 2004 meneliti efek menonton teve pada anak usia 1 dan 3 tahun terhadap kemampuan pemusatan perhatian ketika anak-anak tersebut mencapai usia sekolah (usia 7 tahun). Sebanyak 1.278 anak menonton teve selama 2,2 jam per hari ketika mereka berusia setahun. Dua tahun kemudian, mereka didata kembali dan didapat bahwa mereka menonton teve selama 3,6 jam per hari.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *