Televisi Pengaruhi Persepsi Mama Terhadap Kehamilan

Ternyata, menonton acara yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan di televisi dapat memengaruhi ekspektasi mama terhadap kehamilan yang tengah dijalani. Begitu hasil penelitian dari University of Cincinnati. Danielle Bessett, Asisten Profesor di bidang Sosiologi dari McMicken College of Arts and Sciences di University of Cincinnati, menjelaskan adanya perbedaan persepsi berdasarkan tingkat pendidikan mamil.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Mamil berpendidikan tinggi cenderung menganggap acara reality show tentang kehamilan hanyalah sebagai hiburan, sementara mamil yang tingkat pendidikannya lebih rendah menganggap apa yang ditayangkan di televisi itu sebagai sumber informasi yang edukatif bagi diri mereka. Padahal, rata-rata reality show di televisi berisi tayangan seputar kehamilan dan persalinan secara berlebihan jika dilihat dari intervensi medis yang digunakan. Jadi, tidak seperti yang umumnya terjadi di kehidupan nyata. “Adegan-adegan yang terlalu didramatisasi ini bisa membuat para mamil semakin cemas akan kehamilan dan persalinan yang akan dijalani,” kata Bessett.

Tinggi Badan Mama Pengaruhi Persalinan

Penelitian yang dilakukan di negara-negara Nordik menyimpulkan adanya kaitan antara tinggi badan mamil dengan pendeknya usia kehamilan, ukuran bayi yang lebih kecil, serta tingginya risiko kelahiran prematur. Namun, bukan berarti mama yang pendek pasti melahirkan prematur. “Masih ada faktor lain yang berpengaruh, seperti asupan nutrisi mamil serta faktor lingkungan,” kata Dr. Louis Muglia, peneliti dari March of Dimes Prematurity Research Center Ohio Collaborative, seperti dimuat di jurnal PLoS Medicine.

Sel Janin Dapat Pengaruhi Kesehatan Mama

Riset yang dimuat di jurnal Bioessays mengungkapkan, sel-sel yang terdapat dalam janin ternyata juga dapat bermigrasi menuju tubuh Mama melalui plasenta. Tidak hanya berpindah untuk sementara, sel-sel dari janin dapat masuk ke dalam jaringan tubuh Mama dan bertahan di sana hingga puluhan tahun setelah bayi dilahirkan, demikian menurut Amy Boddy, kepala peneliti yang berasal dari Fakultas Psikologi Arizona State University. Sel yang berasal dari janin ini dapat menguntungkan atau sebaliknya merugikan Mama, karena bisa melindungi atau justru meningkatkan risiko berbagai gangguan penyakit, baik kanker maupun penyakit autoimun lain, seperti reumatoid artritis.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *