Razia Yang Menyeret Ranu Bag4

Pemimpin Redaksi Panjimas.com Widiyarto membantah tuduhan Rikwanto. ”Ia sudah mengikuti isu Sosial Kitchen sejak setahun lalu,” kata Widiyarto dalam keterangan persnya. Semua berita di media online ini berisi kegiatan berbagai organisasi Islam. Kalaupun ada laporan tentang peristiwa umum, perspektif penulisnya selalu dari kacamata Islam. Ranu sendiri bergabung dengan Panjimas.com sejak Agustus 2014.

Di bawah logo situs itu, terpampang slogan mereka: ”Suara Kebenaran Lawan Kebatilan”. Sehari setelah razia, polisi bergerak cepat. Kepolisian Daerah Jawa Tengah mencokok lima pengurus inti Laskar Umat Islam Surakarta: Edi Lukito (ketua), Joko Sutarto, Endro Sudarsono (juru bicara), Suparno, dan Suparwoto. Mereka menjadi tersangka pelaku dan penggerak aksi perusakan kafe Social Kitchen.

Dua hari berselang, Rabu dua pekan lalu, polisi kembali menangkap pelaku razia, yaitu Margiyanto dan Yudi Wibowo. Keduanya diduga berperan sebagai operator lapangan razia. Keesokan harinya, giliran Ranu ditangkap polisi. Pekan lalu, tiga orang lagi ditangkap. Mereka adalah Eko Nugroho, Kombang Saputra, dan Mujiono Laksito. Eko adalah aktor penting karena dituding menjadi otak di balik pengerahan massa pada Ahad dinihari itu. ”Dia diduga memiliki ratusan anak buah yang digerakkan untuk razia,” ujar Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Nanang Haryono.

Operasi penangkapan belum berakhir. Nanang memastikan polisi sudah mengidentifkasi lebih dari 20 orang sebagai pelaku razia. Dia meminta mereka yang kabur segera menyerahkan diri. Tindakan keras Polda Jawa Tengah disokong pucuk pimpinan Polri. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan barisannya menghadang semua jenis razia oleh organisasi kemasyarakatan apa pun. ”Datangi mereka baik-baik, suruh bubar,” kata Tito. ”Kalau tidak mau bubar, tangkap.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *