Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung Bag19

Panitia kali ini gencar berpromosi sehingga pengunjung lebih banyak ketimbang tahun lalu, yang terjual 5.500 tiket. ”Dibanding festival jazz yang besar lainnya, harga tiket Prambanan Jazz lebih terjangkau,” ujar Anas. Adapun Ngayogjazz mempunyai konsep yang berbeda dengan Prambanan Jazz. Menurut penggagasnya, Djaduk Ferianto, lewat perhelatan musik tersebut, ia dan timnya mendekonstruksi kesan bahwa jazz itu elite dan mahal.

”Ideologi yang kami pakai sederhana, kok, yaitu merakyat dan kegembiraan,” kata Djaduk. Sejak 2006, Djaduk membangun Ngayogjazz bersama musikus Yogya lainnya, yakni Hattakawa, Wendra, Aji Wartono, Bambang, dan Hendi. Bersama Hattakawa dan Wendra, Djaduk punya gagasan membuat pementasan musik di Malioboro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *