Api yang Tak Padam Bag3

Api yang Tak Padam ala autotrade gold – Lalu bagaimana kalau tunet bermain game? Mereka mengandalkan suara untuk bermain game alias audio game. Kalau kita yang memainkan mungkin akan bingung, sebab layar komputer hanya berupa layar putih dan hanya ada suarasuara yang menunjukkan game sedang berlangsung. Kebanyakan game berbentuk animasi sehingga tidak bisa dibaca screen reader. Maka dari itu, audio game sajalah yang bisa mereka mainkan.

“Game audio online juga banyak di internet,” celetuk Ari. Mariana bahkan bercerita seringkali mereka main game berkelompok dengan teman-teman tunet dari daerah lain. “Biasanya kita janjian, jam 8 malem kita barengan main kartu, misalnya. Karena saya serumah dengan Aris, jadinya kita main masing-masing pakai earphone biar ngga kedengeran kartu yang lagi kita mainin apa,” ujar istri Aris ini sambil terkikik. Salah satu audio game yang berhasil mereka buat berjudul … Dalam game ini Anda harus menangkap bola pingpong yang jatuh di kanan dan kiri agar bayi didalam game tertawa.

Gerakkan kursor ke kanan dan kiri agar bola tertangkap. Jika dalam 10 detik bola tidak ada yang tertangkap maka si bayi akan menangis. Saat ini game terbagi dalam empat level. “Lebih enak mainin game ini kalau pakai earphone,” jelas Fachry Muhammad Rosa. “Soalnya lebih jelas bolanya jatuh di kiri atau kanan,” terang pria yang berkuliah di Sastra Jerman Universitas Indonesia itu lagi. Ide game ini menurut Aris berasal dari Ari dan untuk pengembangannya dikerjakan oleh Aris dan kawankawan.

Selain membuat game dan pelatihan, komunitas ini juga sempat punya radio online sendiri. Adalah Yudhi Hermawan yang biasanya menjadi penyiar di radio ITCFB. Sayang, menurut pria yang bekerja di Bank Permata ini, saat ini siarannya harus terhenti akibat masalah teknis. Penggunaan smartphone bagi para tunet dimungkinkan dengan mengaktifkan mode TalkBack yang tersedia di Android misalnya. Game audio yang dimainkan para tunet memang tidak menampilkan gambar apapun, mereka mengandalkan kreasi game dengan suara.

Sumber : https://teknorus.com/

Microsof Akan Luncurkan Perangkat Wearable Pertamanya bersama FIN888

Microsof Akan Luncurkan Perangkat Wearable Pertamanya bersama FIN888 – perusahaan teknologi raksasa di bidang software, Microsoft beberapa minggu kedepan berencana untuk merilis perangkat wearable pertamanya. dirancang sebagai alat penunjang kebugaran (wearable fitness band) bagi penggunanya, perangkat ini akan segera didistribusikan di beberapa toko ritel sebelum tiba musim liburan akhir tahun di Amerika Serikat. Kini, Microsoft mencoba kembali menghadirkan perangkat wearable serupa yang tak hanya memiliki fitur jam tangan pintar, tetapi juga fokus sebagi perangkat kebugaran.

Terkait dengan fitur kebugaran, perangkat wearable buatan Microsoft ini mampu menghitung langkah pengguna, detak jantung, kalori yang terbakar dan sebagainya. Semua itu bisa dilakukan berkat sensor yang ditanam ke dalam perangkat wearable tersebut. Sebelum perangkat wearable tersebut diluncurkan, Microsoft juga telah menguji secara penuh seluruh fungsi yang ada.

Tak tanggung-tanggung, Microsoft menguji perangkat buatannya tersebut selama 24 jam penuh, terutama ketika diminta untuk membaca denyut jantung pengguna. Tak hanya itu, Microsoft juga menjanjikan bahwa baterai yang terpasang di dalam perangkat ini mampu bekerja selama dua hari. Selain kompatibel dengan sistem operasi windows phone, perangkat wearable buatan Microsoft ini juga cocok terintegrasi dengan perangkat berbasiskan ioS dan Android.

Untuk itu, Microsoft juga telah mengembangkan aplikasi terpisah untuk setiap sistem operasi yang ada. Belum lama ini, Microsoft juga telah mengajukan hak paten terkait rencana mereka untuk mengembangkan sebuah perangkat wearable. Tak hanya sekadar mengajukan hak paten, beberapa potongan gambar perangkat wearable buatan Microsoft tersebut juga telah muncul di dunia maya, yakni menggunakan layar berukuran 1,5 inci dan mengusung konsep “removable wrist bands”.

Sumber : https://net89.net/

Resmi Tiba di Indonesia bersama NET89 Bag4

Resmi Tiba di Indonesia bersama NET89 – Namun Anda perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk memilikinya. Paling tidak, harganya berkisar di atas Rp4 juta. Pada platform iOS, teknologi 4G sudah didukung mulai dari iPhone 5 ke atas. Sementara pada Windows Phone, Lumia 920 atau Lumia 625 dengan kisaran harga Rp3 jutaan sudah mendukung 4G. Menariknya, khusus smartphone Android tak lama lagi Anda bisa memiliki perangkat 4G dengan harga yang lebih murah. Hal ini dikarenakan persaingan penjualan smartphone yang sangat keras pada platform Android, sehingga membuat produsen smartphone berlomba menciptakan perangkat murah.

Kabarnya, smartphone 4G Android nantinya bisa didapat mulai harga Rp1 jutaan di tahun 2015. Jika sudah memiliki SIM card dan perangkat yang mendukung, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah melakukan konfigurasi. Sama seperti 3G, Anda harus mengaktifkan secara manual jaringan Internet yang digunakan, apakah 2G, 3G, atau 4G LTE. Ketika Anda sudah mengaktifkan mode 4G namun berada di area yang tidak mendapatkan sinyal 4G, jaringan akan pindah secara otomatis ke 3G atau bahkan EDGE. Selain persyaratan tadi, ada hal lain yang perlu Anda ketahui. Teknologi 4G memiliki bandwith kecepatan jauh lebih tinggi.

Karenanya, mode 4G LTE di atas kertas dapat mengonsumsi lebih banyak daya pada smartphone. Terlebih lagi jika jaringan 4G di area tempat tinggal atau kantor Anda belum sepe nuhnya stabil. Smartphone akan mencari sinyal lebih keras, sehingga baterai lebih cepat habis. 4G XL Di akhir tahun 2014 lalu, XL menjadi operator pertama yang meluncurkan layanan uji coba 4G. Pengguna yang ingin menjajal kecepatannya bisa langsung datang ke XL Xplor di Central Park atau Kota Kasablanka. Di sana, calon pengguna akan diberi SIM card khusus untuk mencoba layanan 4G XL. XL mengklaim kecepatan 4G yang dimilikinya hingga 100 Mbps. turut mencobanya menggunakan iPhone 6 Plus dan Sony Xperia Z3. Sangat memuaskan, kecepatan yang didapat mendekati angka 90 Mbps untuk download dan 20 MB untuk upload.

Sumber : https://net89.net/

Batasi Akses Internet untuk Perangkat yang sudah di root

Aplikasi firewall yang cocok untuk perangkat yang sudah di root salah satunya yaitu DroidWall – Android Firewall. Aplikasi ini berukuran kecil ini akan membatasi aplikasi apa saja yang dapat menguras kuota internet secara tersembunyi. Penggunaan dan pengaturannya mudah karena aplikasi ini hanya terdiri dari satu halaman muka dan langsung menampilkan semua daftar aplikasi yang terpasang di perangkat. Dari sini Anda bisa memilih apakah aplikasi tersebut hanya bisa menggunakan koneksi Wif, 3G atau keduanya.

Baca juga : Net89

Untuk mengetahui lebih jauh, berikut proses pemasangan dan pengoperasiannya: • Unduh dan pasang DroidWall dari Google Play Store. • Jalankan, dan tunggu hingga firewall ini mendeteksi dan menampilkan seluruh aplikasi yang ada di Android. • Ada dua mode dalam DroidWall yaitu White list yang membolehkan aplikasi untuk mendapatkan akses langsung ke internet serta Black list yang merupakan pilihan beberapa aplikasi yang tidak diberikan ijin untuk mendapatkan akses internet.

  • Untuk itu Anda bisa langsung memilih mana aplikasi yang masuk ke dalam White list dan Black list. Tekan pilihan Mode yang terdiri dari White list dan Black list. • Pilih White list terlebih dahulu. Beri tanda centang pada aplikasi yang boleh mengakses internet, baik pada pilihan WiFi atau 3G. • Tekan tombol fsik Menu sehingga tampil opsi tambahan. Tekan Save Rules untuk menyimpan dan Firewall Enable untuk mengaktikannya.
  • Jika Anda menggunakan White list, apa yang baru diinstal tidak akan bisa mendapatkan akses internet sebelum Anda mencentangnya di DroidWall. Contohnya, jika Anda memasang aplikasi Facebook dan tidak bisa mencapatkan akses internet, itu dikarenakan DroidWall telah memblokir aksesnya. Anda mesti masuk lagi ke White list dan menambahkan aplikasi yang terpasang belakangan (Facebook).
  • Beralih ke Black list, mirip dengan White list, pilih aplikasi yang tidak ingin mendapatkan akses internet. • Lakukan pula cara yang sama dengan White list. Tekan tombol fsik Menu sehingga tampil opsi tambahan. Tekan Save Rules untuk menyimpan dan Firewall Enable untuk mengaktifkannya. Tekan Exit untuk menyudahinya.