Acara Balap Motor Honda di Kota Bunga

Acara Balap Motor Honda di Kota BungaPurwodadi, kota di dalam Kabu paten Grobogan ini mencatat sejarah menggelar ajang roadrace bertaraf nasional pertama kalinya, Honda Racing Championship. Lewat tangan Honda, jalanan seputar alun-alun disulap menjadi sirkuit taraf kejurnas (13-14/6). Meski pun sebuah kota kecil, Purwodadi ternyata menjadi wilayah yang spesial bagi market Honda. Penjualan motor Honda tipe Sport nomor 3 di Jawa Tengah. Berada di bawah Semarang dan Brebes. Tipe Sport terlaris CB150R, disusul Verza, lantas CBR150, dan New MegaPro. Hebatnya, “Secara market share, Honda di Purwodadi mencapai 80%. Di atas rata-rata marketshare Honda di Jateng yang 74%,” terang Sukamto Margono, Marketing Region Head HSO Semarang. Gelaran HRC ini secara tak langsung menjadi ungkapan terima kasih Honda. Hebatnya, meski dilangsungkan di sebuah kota kecil berjarak sekitar 60 km dari Semarang, standar eventnya tetaplah standar HRC. Artinya semua serba berkelas, dengan kemasan pasar senggol termegah. Dan paling asyik, serba gratis.

Tak hanya terima kasih, “Kita ingin lewat HRC ini, pembalap daerah bisa meningkatkan prestasi hingga ke tingkat internasional. Dan itu yang Honda lakukan dengan mengakrabkan pembalap lewat kelas-kelas berbasis motor sport,” jelas Anggono Iriawan, Manager Safety Riding and Motorsport PT AHM (produsen motor Honda). Kelas-kelas berbasis motor sport di HRC bahkan diwadahi dalam 3 kelas. Pertama, CBR 150 Standar Pemula Khusus (HRC-5). Ini kelas khusus karena motor CBR150 bagi peserta disediakan oleh AHM. Kedua, Sport 150 cc Standar Pemula (HRC-3) dan ketiga, Sport 150 cc Tune Up Seeded (HRC-1). Nah, di Purwodadi kemarin, pertarungan HRC-1 berlangsung seru dan ketat. Raihan poin bisa menjadi gambarannya. Itu dimungkinkan karena pengembangan motor HRC-1 yang begitu cepat.

Padahal ini baru kali kedua dipertandingkannya Sport 150cc Tune Up Seeded, tapi catatan waktunya sudah menunjukkan perkembangan signifikan. “Di lintasan pasar senggol, motor Sport normalnya bakal kalah waktunya dibanding motor bebek (Bebek 125cc Tune Up Seeded, HRC-2). Dan itu yang terlihat di seri I. Tapi di seri II ini, hasil QTT HRC-1 sudah 51,446 detik. Lebih singkat dari hasil QTT HRC-2 yang 51,516 detik,” sebut Anggono. Dengan semakin serunya balapan kelas motor sport di HRC, juga prestasi pembalap Honda di event internasional, tentu ini bisa menjadi faktor penarik bagi pembalap-pembalap muda asal daerah.

Ya, hingga pertengahan tahun ini rider-rider Honda sukses meraih prestasi internasional. Andi ‘Gilang’ Farid Izdihar, asal Bulukumba, Sulawesi Selatan sukses juara di ATC (Asian Talent Cup) seri Qatar. Sebelumnya Gerry Salim juara ketiga di ATC seri Thailand. Dan yang paling hangat, M. Fadli dan Dimas Ekky sukses finish 1-2 di ARRC seri Sentul. Hal yang membuat pembalap daerah macam Irfan Ardiansyah asal Semarang makin semangat untuk balapan dengan pacuan motor sport. “Tahun depan saya menargetkan setidaknya bisa balapan di ADC (Asian Dream Cup) atau ATC. Untuk persiapan itu, Ayah baru saja membelikan pacuan GP Mono buat latihan,” girang rider 15 tahun yang kemarin juara 2 di HRC-5 dan juara 1 di HRC-4. Ya, lewat HRC–lah, mimpi pembalap pemula daerah macam Irfan berprestasi di level internasional bisa terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *