Tanggapan Rossi & LoRenzo

Tanggapan Rossi & LoRenzo – Semoga saja paket Honda ini sesuai dengan harapan. Sebab jika Marquez bisa kembali membalap sesuai keinginannya, maka bisa dipastikan bakal terjadi duel hidup – mati antara Marquez melawan Lorenzo dan Rossi. Sebelumnya, Marquez sudah sering katakan, bukan gayanya membalap secara safe di posisi tengah untuk sekedar memungut poin demi poin. Dia lebih suka menempuh risiko untuk fight di barisan depan. Wajar jika beberapa pembalap menganggap riding style Marquez ini terlalu agresif. Lantas apa komentar Rossi? Dengan separuh bercanda Rossi menjawab, “Marc itu pembalap yang ramah. Wajar kalau dia ingin selalu dekat dengan kamu, malah kadang dia ingin bersentuhan dengan kamu lho!” Tak kalah lucunya mendengar jawaban Lorenzo. “Saya tak perlu jawab pertanyaan itu. Anda bisa lihat sendiri muka saya,” kata Lorenzo yang sangat menentang aggressive riding dalam balap itu. Baik Rossi maupun Lorenzo sepakat jika peluang Marquez belum usai. Mereka memprediksi jika Honda dan Marquez sudah mampu mengatasi masalahnya, maka mereka bakal kembali menjadi ancaman. Dan itu diramalkan terjadi di paruh musim kedua nanti. Demi mengantisipasi hal ini, pihak Yamaha memutuskan melanjutkan tes Catalunya yang terkendala cuaca ke private test yang dilakukan di Aragon selama 2 hari. Pada kesempatan ini Lorenzo dan Rossi mengevaluasi sasis baru. “Kami merencanakan sasis yang benar­benar baru untuk meningkatkan corner entry,” kata Massimo Meregalli selaku team director. “Selain itu kami juga menjajal beberapa detail guna menghadapi Assen dan juga paruh musim nanti.”

Acara Balap Motor Honda di Kota Bunga

Acara Balap Motor Honda di Kota BungaPurwodadi, kota di dalam Kabu paten Grobogan ini mencatat sejarah menggelar ajang roadrace bertaraf nasional pertama kalinya, Honda Racing Championship. Lewat tangan Honda, jalanan seputar alun-alun disulap menjadi sirkuit taraf kejurnas (13-14/6). Meski pun sebuah kota kecil, Purwodadi ternyata menjadi wilayah yang spesial bagi market Honda. Penjualan motor Honda tipe Sport nomor 3 di Jawa Tengah. Berada di bawah Semarang dan Brebes. Tipe Sport terlaris CB150R, disusul Verza, lantas CBR150, dan New MegaPro. Hebatnya, “Secara market share, Honda di Purwodadi mencapai 80%. Di atas rata-rata marketshare Honda di Jateng yang 74%,” terang Sukamto Margono, Marketing Region Head HSO Semarang. Gelaran HRC ini secara tak langsung menjadi ungkapan terima kasih Honda. Hebatnya, meski dilangsungkan di sebuah kota kecil berjarak sekitar 60 km dari Semarang, standar eventnya tetaplah standar HRC. Artinya semua serba berkelas, dengan kemasan pasar senggol termegah. Dan paling asyik, serba gratis.

Tak hanya terima kasih, “Kita ingin lewat HRC ini, pembalap daerah bisa meningkatkan prestasi hingga ke tingkat internasional. Dan itu yang Honda lakukan dengan mengakrabkan pembalap lewat kelas-kelas berbasis motor sport,” jelas Anggono Iriawan, Manager Safety Riding and Motorsport PT AHM (produsen motor Honda). Kelas-kelas berbasis motor sport di HRC bahkan diwadahi dalam 3 kelas. Pertama, CBR 150 Standar Pemula Khusus (HRC-5). Ini kelas khusus karena motor CBR150 bagi peserta disediakan oleh AHM. Kedua, Sport 150 cc Standar Pemula (HRC-3) dan ketiga, Sport 150 cc Tune Up Seeded (HRC-1). Nah, di Purwodadi kemarin, pertarungan HRC-1 berlangsung seru dan ketat. Raihan poin bisa menjadi gambarannya. Itu dimungkinkan karena pengembangan motor HRC-1 yang begitu cepat.

Padahal ini baru kali kedua dipertandingkannya Sport 150cc Tune Up Seeded, tapi catatan waktunya sudah menunjukkan perkembangan signifikan. “Di lintasan pasar senggol, motor Sport normalnya bakal kalah waktunya dibanding motor bebek (Bebek 125cc Tune Up Seeded, HRC-2). Dan itu yang terlihat di seri I. Tapi di seri II ini, hasil QTT HRC-1 sudah 51,446 detik. Lebih singkat dari hasil QTT HRC-2 yang 51,516 detik,” sebut Anggono. Dengan semakin serunya balapan kelas motor sport di HRC, juga prestasi pembalap Honda di event internasional, tentu ini bisa menjadi faktor penarik bagi pembalap-pembalap muda asal daerah.

Ya, hingga pertengahan tahun ini rider-rider Honda sukses meraih prestasi internasional. Andi ‘Gilang’ Farid Izdihar, asal Bulukumba, Sulawesi Selatan sukses juara di ATC (Asian Talent Cup) seri Qatar. Sebelumnya Gerry Salim juara ketiga di ATC seri Thailand. Dan yang paling hangat, M. Fadli dan Dimas Ekky sukses finish 1-2 di ARRC seri Sentul. Hal yang membuat pembalap daerah macam Irfan Ardiansyah asal Semarang makin semangat untuk balapan dengan pacuan motor sport. “Tahun depan saya menargetkan setidaknya bisa balapan di ADC (Asian Dream Cup) atau ATC. Untuk persiapan itu, Ayah baru saja membelikan pacuan GP Mono buat latihan,” girang rider 15 tahun yang kemarin juara 2 di HRC-5 dan juara 1 di HRC-4. Ya, lewat HRC–lah, mimpi pembalap pemula daerah macam Irfan berprestasi di level internasional bisa terwujud.

Razia Yang Menyeret Ranu Bag4

Pemimpin Redaksi Panjimas.com Widiyarto membantah tuduhan Rikwanto. ”Ia sudah mengikuti isu Sosial Kitchen sejak setahun lalu,” kata Widiyarto dalam keterangan persnya. Semua berita di media online ini berisi kegiatan berbagai organisasi Islam. Kalaupun ada laporan tentang peristiwa umum, perspektif penulisnya selalu dari kacamata Islam. Ranu sendiri bergabung dengan Panjimas.com sejak Agustus 2014.

Di bawah logo situs itu, terpampang slogan mereka: ”Suara Kebenaran Lawan Kebatilan”. Sehari setelah razia, polisi bergerak cepat. Kepolisian Daerah Jawa Tengah mencokok lima pengurus inti Laskar Umat Islam Surakarta: Edi Lukito (ketua), Joko Sutarto, Endro Sudarsono (juru bicara), Suparno, dan Suparwoto. Mereka menjadi tersangka pelaku dan penggerak aksi perusakan kafe Social Kitchen.

Dua hari berselang, Rabu dua pekan lalu, polisi kembali menangkap pelaku razia, yaitu Margiyanto dan Yudi Wibowo. Keduanya diduga berperan sebagai operator lapangan razia. Keesokan harinya, giliran Ranu ditangkap polisi. Pekan lalu, tiga orang lagi ditangkap. Mereka adalah Eko Nugroho, Kombang Saputra, dan Mujiono Laksito. Eko adalah aktor penting karena dituding menjadi otak di balik pengerahan massa pada Ahad dinihari itu. ”Dia diduga memiliki ratusan anak buah yang digerakkan untuk razia,” ujar Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Nanang Haryono.

Operasi penangkapan belum berakhir. Nanang memastikan polisi sudah mengidentifkasi lebih dari 20 orang sebagai pelaku razia. Dia meminta mereka yang kabur segera menyerahkan diri. Tindakan keras Polda Jawa Tengah disokong pucuk pimpinan Polri. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan barisannya menghadang semua jenis razia oleh organisasi kemasyarakatan apa pun. ”Datangi mereka baik-baik, suruh bubar,” kata Tito. ”Kalau tidak mau bubar, tangkap.”

Batasi Akses Internet untuk Perangkat yang sudah di root

Aplikasi firewall yang cocok untuk perangkat yang sudah di root salah satunya yaitu DroidWall – Android Firewall. Aplikasi ini berukuran kecil ini akan membatasi aplikasi apa saja yang dapat menguras kuota internet secara tersembunyi. Penggunaan dan pengaturannya mudah karena aplikasi ini hanya terdiri dari satu halaman muka dan langsung menampilkan semua daftar aplikasi yang terpasang di perangkat. Dari sini Anda bisa memilih apakah aplikasi tersebut hanya bisa menggunakan koneksi Wif, 3G atau keduanya.

Baca juga : Net89

Untuk mengetahui lebih jauh, berikut proses pemasangan dan pengoperasiannya: • Unduh dan pasang DroidWall dari Google Play Store. • Jalankan, dan tunggu hingga firewall ini mendeteksi dan menampilkan seluruh aplikasi yang ada di Android. • Ada dua mode dalam DroidWall yaitu White list yang membolehkan aplikasi untuk mendapatkan akses langsung ke internet serta Black list yang merupakan pilihan beberapa aplikasi yang tidak diberikan ijin untuk mendapatkan akses internet.

  • Untuk itu Anda bisa langsung memilih mana aplikasi yang masuk ke dalam White list dan Black list. Tekan pilihan Mode yang terdiri dari White list dan Black list. • Pilih White list terlebih dahulu. Beri tanda centang pada aplikasi yang boleh mengakses internet, baik pada pilihan WiFi atau 3G. • Tekan tombol fsik Menu sehingga tampil opsi tambahan. Tekan Save Rules untuk menyimpan dan Firewall Enable untuk mengaktikannya.
  • Jika Anda menggunakan White list, apa yang baru diinstal tidak akan bisa mendapatkan akses internet sebelum Anda mencentangnya di DroidWall. Contohnya, jika Anda memasang aplikasi Facebook dan tidak bisa mencapatkan akses internet, itu dikarenakan DroidWall telah memblokir aksesnya. Anda mesti masuk lagi ke White list dan menambahkan aplikasi yang terpasang belakangan (Facebook).
  • Beralih ke Black list, mirip dengan White list, pilih aplikasi yang tidak ingin mendapatkan akses internet. • Lakukan pula cara yang sama dengan White list. Tekan tombol fsik Menu sehingga tampil opsi tambahan. Tekan Save Rules untuk menyimpan dan Firewall Enable untuk mengaktifkannya. Tekan Exit untuk menyudahinya.