Tuduhan Maut Kenalan Baru Bag9

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setyono mengatakan akan memverifkasi cerita Zulfqar. ”Kasus ini sudah lama,” kata Awi, Jumat pekan lalu. ”Tapi kenapa baru sekarang diungkapkan?” Menurut dia, keterangan Zulfqar harus dibuktikan. Ia juga berjanji, jika memang ada kesalahan prosedur, Polda tidak segan menindak tegas penyidik kasus ini. Di persidangan, yang dimulai pada 20 Januari 2005, jaksa mendakwa Zulfqar terlibat jaringan peredaran narkotik.

Menurut jaksa, Gurdip mendapatkan heroin 250 gram dari Rafz Sondri di Hotel Mercury, Jakarta. Barang itu dibeli seharga Rp 140 ribu dan akan dijual Rp 200 ribu per gram. Surat dakwaan juga menyebutkan, pada 28 Agustus 2004, sekitar pukul 21.30, Zulfkar bersama Gurdip dan Gina mencampur 250 gram heroin dengan 50 gram Panadol di Villa Tugu, Cisarua, Bogor.

Kembar Siam Dada dan Perut Sukses Dipisahkan

Di usia yang ke-10 bulan, si kembar siam, Maxxon dan Maxxen, berhasil dipisahkan oleh tim dokter RSIA Harapan Kita, Jakarta pada 20 Februari lalu. Saat kontrol di usia kandungan satu bulan, dokter memberitahukan jika saya hamil anak kembar. Wow, amazing! Saya baru tahu di pihak keluarga suami ada keturunan kembar. Ya, kami syukuri anugerah ini.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Mungkin karena anak kembar, kontrol rutin kehamilan saya diminta lebih cepat. Jadi, pada usia kandungan satu bulan lebih, saya kembali kontrol. Nah, di sini kabar mengagetkan diutarakan dokter, bahwa anak saya kembar dempet alias kembar siam. Sedih sekali mendengarnya. Saya sempat mempertanyakan kepada Tuhan, “Mengapa saya yang harus mengalaminya? Kenapa anak saya harus kembar siam?”

Hingga akhirnya saya hanya bisa berdoa, memasrahkan semuanya kepada Tuhan untuk kebaikan saya dan anak-anak, juga mengikuti petunjuk-petunjuk dokter, serta belajar dengan cara banyak membaca mengenai kembar siam. Setelah berdiskusi dan ngobrol banyak dengan dokter, di usia kehamilan empat bulan, saya melakukan USG 4D untuk mengetahui kondisi janin: bagian mana yang menempel, apakah organnya ada dua atau satu, dan lainnya. Hasilnya, anakanak saya “hanya” menempel saja, organ-organnya masingmasing.

Sejak awal diindikasi mengandung kembar siam, beberapa kenalan menyarankan untuk digugurkan selagi kehamilan masih kecil. Tapi saya dan dokter kandungan sepaham, anak yang saya kandung ini berhak hidup, sebab mereka adalah kebesaran Tuhan yang dipercayakan kepada kami dan manusia tidak berhak memutuskan apakah anak ini harus hidup atau mati. Jadi, saat didiaGnosis kembar siamnya hanya menempel dan organnya masing-masing, tentu kami semakin semangat untuk memperjuangkan kehidupannya semaksimal mungkin hingga dia lahir dan besar.

PASIEN BPJS Beberapa keluarga dan teman menyarankan saya untuk pe riksa dan melahirkan di Singapura atau Malaysia Tapi saya dan suami lebih memilih RS Harapan Kita karena yakin dengan rumah sakit ini. RSAB Harapan kita adalah RS rujukan nasional, pengalaman menangani kasus-kasus berat, juga kembar siam, dan angka kelahiran kembar siam di Indonesia itu lebih banyak dibandingkan dengan negara tetangga.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung Bag19

Panitia kali ini gencar berpromosi sehingga pengunjung lebih banyak ketimbang tahun lalu, yang terjual 5.500 tiket. ”Dibanding festival jazz yang besar lainnya, harga tiket Prambanan Jazz lebih terjangkau,” ujar Anas. Adapun Ngayogjazz mempunyai konsep yang berbeda dengan Prambanan Jazz. Menurut penggagasnya, Djaduk Ferianto, lewat perhelatan musik tersebut, ia dan timnya mendekonstruksi kesan bahwa jazz itu elite dan mahal.

”Ideologi yang kami pakai sederhana, kok, yaitu merakyat dan kegembiraan,” kata Djaduk. Sejak 2006, Djaduk membangun Ngayogjazz bersama musikus Yogya lainnya, yakni Hattakawa, Wendra, Aji Wartono, Bambang, dan Hendi. Bersama Hattakawa dan Wendra, Djaduk punya gagasan membuat pementasan musik di Malioboro.

Pembangunan Perpustakaan Untuk Komunitas

Beberapa waktu lalu, Yayasan Bulir Padi (Bulir Padi) meresmikan Pustaka Bulir Padi, sebuah taman baca dan perpustakaan yang berlokasi di Lapangan Serbaguna, di Otista, Jatinegara, Jakarta Timur. Pembangunan Pustaka Bulir Padi ini adalah bentuk nyata usaha Bulir Padi untuk meningkatkan minat baca di komunitas prasejahtera di Jakarta, khususnya bagi anak-anak usia sekolah. Pustaka Bulir Padi ini adalah pustaka bulir padi yang nomor dua dan didirikan oleh Bulir Padi.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Berdasarkan dari jumlah data di Bank Dunia, Indonesia mempunyai minat baca yang paling rendah di antara semua negara Asia Tenggara. Indeksnya hanya 21,7% dibanding negara tetangga, seperti Filipina dan Singapura yang tercatat memiliki minat baca lebih dari 70%. Hasil studi dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di tahun 2013 menyatakan, dari 1.000 orang yang ada di Indonesia, hanya ada satu orang saja yang suka membaca. Di tahun yang sama, survei Badan Pusat Statistik (BPS) di Indonesia menunjukkan, orang Indonesia paling gemar nonton televisi, yakni sebanyak 91,68 %, sementara yang suka membaca surat kabar hanya 17,6 % saja. Padahal, minat baca harus ditumbuhkan ketika masih dini agar mengasah kemampuan dalam berpikir seseorang sampai dewasa.

Tia Sutresna, Ketua Yayasan Bulir Padi mengatakan, “Bulir Padi mendukung penuh upaya Pemerintah dalam mening katkan minat baca masyarakat Indonesia di tengah tingginya kemajuan teknologi yang semakin mendominasi kegiatan sehari-hari. Pustaka Bulir Padi adalah wujud nyata visi kami agar meningkatkan minat baca. Kami optimis bahwa langkah yang kami lakukan dapat membentuk masyarakat yang lebih berilmu dan kompeten.” Pembangunan Pustaka Bulir Padi mendapat dukungan penuh dari Schneider Electric Indonesia. Sebagian besar dana yang ada di pembangunan Pustaka Bulir Padi berasal dari Schneider Electric Indonesia.

Komitmen Schneider Electric Indonesia juga bisa terlihat dari penggalangan sebanyak 1.000 buku dari para karyawan yang sekarang berada dalam Pustaka Bulir Padi. Buku tersebut bervariasi, mulai buku pelajaran, ensiklopedia, komik sains, dan cerita bergambar yang memiliki nilai edukasi. Country President Schneider Electric Indonesia Riyanto Mashan mengatakan, “Kami peduli terhadap lingkungan di mana pun perusahaan kami berada. Peresmian hari ini merupakan output dari kepedulian tersebut, yaitu berupa donasi kegiatan Schneider Electric ‘Use Your Legs’ yang kami banggakan dan komitmen karyawan dalam penggalangan buku.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Gara-Gara Pabrik Eks Cina Bag3

Kemunculan besi grade banci di tokotoko material, kata Hidajat, mulai marak lima-enam tahun terakhir. Sejatinya besibesi ini hanya boleh dipakai untuk membuat perabotan, pagar rumah, atau benda ringan lain alias besi baja untuk keperluan umum. Tapi, pada kenyataannya, besi banci kerap dijual untuk rangka cor semen pada proyek renovasi atau pembangunan rumah.

”Seharusnya tidak boleh karena, untuk keperluan konstruksi, besi yang digunakan harus sudah terstandardisasi.” Salah satu bukti besi-besi banci ini tidak terstandar, Hidajat menjelaskan, adalah diameternya. Baja tulangan beton polos biasanya dipasarkan dengan pilihan diameter 6, 8, 10, 12, 16, 19, hingga 50 milimeter. Lalu baja tulangan beton jenis ulir atau sirip biasanya berdiameter 13, 16, 22 milimeter, dan seterusnya.

Mengapa Sulit Bangun Pagi

Rutin bangun pagi pada jam yang sama menjadi latihan bagi si prasekolah untuk membentuk kedisiplinan. Waktu menunjukkan pukul 06.30, Sarah gelisah karena Ray, anak bali- tanya, belum bangun tidur. Padahal Ray harus masuk sekolah dan paling tidak pukul 07.30 ia harus sudah berangkat. Sementara waktu tempuh rumah ke sekolah sekitar 15 menit. Sarah sudah berkali-kali mencoba memba ngunkan Ray.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Dari elus-elus pipi, mengelitik kakinya , cium-cium kecil, sampai menggendong Ray pindah ke luar kamar. Namun, hasilnya masih nihil. “Ray, bangun, yuk! Sudah siang lo, kan harus sekolah.” “Mmmm…” Tak lama Ray membuka matanya, tapi masih tampak malas untuk bergerak. “Ayo, Ray, mau makan atau mandi dulu?” “Aku nggak mau sekolah, Maaaaa, aku mau tidur aja!” dan Ray merem lagi. Sarah pun geleng-geleng bingung, bagaimana membujuk anaknya agar bisa bangun tepat waktu.

Belum lagi mengatasi drama pagi hari yang biasanya berujung dengan tangisan Ray karena Sarah setengah memaksa Ray untuk mandi atau makan. Bagaimana jika Ray sudah sekolah beneran di SD. Bukankah bangun pagi mutlak dilakukan agar tak terlambat ke sekolah? Apakah drama sulit bangun paginya akan terus berlanjut, ya?

Cukup Tidur Di Malam Hari

Psikolog Ratih Pramanik menuturkan, agar anak tak sulit bangun pagi, pastikan anak tidur cukup saat malam hari. “Waktu tidur ideal anak prasekolah adalah 1o jam, misalnya dari pukul 20.00 sampai dengan 06.00,” jelas Ratih. Kalau sudah dibiasakan tidur cukup, otomatis anak pun bisa bangun pagi. Tapi biasanya “drama” sering terjadi di sini. Anak bisa sulit bangun pagi, karena waktu tidurnya kurang dari 10 jam, sehingga badannya belum betul-betul siap untuk bangun.

Walaupun bangun, anak merasa tidak bugar, bahkan lesu. Akibatnya bisa ditebak, si prasekolah akan cenderung rewel saat diminta mandi atau sarapan. Jika sudah rewel, lalu anak mulai marah dan menangis, yang sangat mungkin berakhir dengan drama. Selain itu, tidur kurang nyenyak juga bisa menyebabkan anak sulit bangun pagi.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Doktor Karbitan Kampus Guru Bag11

Bukan hanya jumlah pertemuan, waktu kuliah pun dikurangi per satuan kredit semester (SKS) menjadi hanya 40-45 menit. Padahal Peraturan Kementerian Pendidikan tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi menyatakan satu SKS berlangsung 50 menit. Percepatan kuliah ini oleh Tim Evaluasi diduga untuk memuluskan kelulusan mahasiswa. Indikasi ini juga terlihat dari dugaan manipulasi nomor induk mahasiswa.

Dalam program kerja sama antara UNJ dan Universitas Bengkulu, misalnya, tercatat 21 mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan diregister pada 2009. Dokumen yang diperoleh Tempo menunjukkan mereka baru kuliah pada 2010. Begitu pula 15 mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa yang tercatat masuk pada 2010. Dokumen serupa menunjukkan mereka baru kuliah di UNJ pada Februari 2011.

Belum Genap Setahun, Jalani Dua Operasi

Setelah si sulung berusia 4 tahun, saya dan suami baru mulai melakukan program hamil, sekaligus program supaya bisa memiliki anak laki-laki, karena penting sekali bagi kami sebagai pemeluk agama Hindu Bali. Ternyata, untuk mendapatkan kehamilan kedua tak semudah yang dibayangkan. Berbulan-bulan usaha dan konsultasi ke dokter, tetap tak membuahkan hasil, sampai akhirnya saya harus ganti dokter.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Tapi, di situ pula kami down, karena menurut dokter, saya susah untuk hamil kembali. Entah apa yang bisa membuat dokter membuat kesimpulan itu. Sejak saat itu, saya dan suami tak mau mengikuti aturan dokter lagi, vitamin yang sudah saya beli pun tidak saya konsumsi. Kami hanya mengikuti saran dokter dalam hal menjaga pola makan. Suami memperbanyak konsumsi daging merah, sementara saya sayur-sayuran dan buah-buahan. Pun di situ kami pasrahkan saja semuanya pada yang Mahakuasa.

Mungkin karena kami pasrah inilah, Tuhan menjawab doa kami dengan memberikan kehamilan yang kedua. Karena ini anak yang dinantikan, setiap bulan saya tak pernah melewatkan jadwal ke dokter, bahkan cenderung lebih awal saking tidak sabarnya. Selain itu, kehamilan kedua ini, semuanya sangat berbeda. Biasanya ibu hamil susah makan karena mual, saya justru kebalikannya, mual jika sampai merasa lapar. Uniknya, saya tetap bisa berkerja seperti biasa sebagai MC hingga ke luar kota, naik pesawat, bahkan saat perut sudah membuncit karena memasuki 32 minggu masih ada yang minta saya menjadi MC!

Intinya, selama menjalani kehamilan kedua ini, saya begitu semangat dan bertambah semangat saat dokter memberitahukan, anak saya ini laki-laki, sehat, lengkap dan energik. KONDISI SI KECIL DITUTUP-TUTUPI Tiba waktunya bersalin, seperti anak pertama, oleh dokter disarankan untuk sesar. Seperti anak pertama pula, saya request selama operasi agar dibius tidur alias tidak sadar sama sekali. Begitu sadar pascaoperasi, saya mendengar seorang perawat yang membangunkan mengucapkan selamat, karena putra saya sudah lahir. Kemudian, perawat itu mendekatkan bayi ke bibir saya agar bisa dicium. Saat itu saya tidak bisa membuka mata secara normal, karena belum sadar 100%, jadi semuanya terlihat samar. Setelah itu saya kembali tertidur.

Sumber : https://eduvita.org/

Upaya Tersisa Papa Setya Bag8

Sejak pengumuman tersangka itu, Bidang Hukum DPP Golkar tak pernah diajak berdiskusi sekali pun. Padahal tim hukum Golkar sudah menyiapkan tim advokasi. ”Kami juga sudah menyiapkan surat kuasa,” kata anggota Bidang Hukum Golkar, Christina Ariyani. Sejumlah politikus Golkar menuturkan, pada awalnya, Setya menugasi Rudy Alfonso menjadi kuasa hukumnya.

Namun, kata seorang politikus, Setya menganggap saran-saran Rudy akan menjerumuskannya. Misalnya, Rudy menyarankan Setya mengakui sejumlah pertemuan dengan dua bekas pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, untuk mengatur anggaran e-KTP. Setya, kata politikus ini, tidak terlalu sreg dengan saran itu. Akibatnya, hubungan Setya dengan Rudy berjarak. Padahal, sebelumnya, Rudy acap mendampingi Setya saat diperiksa KPK dalam perkara e-KTP ini. Rudy tak bersedia berbicara banyak soal keputusan Setya.

4 Problem Utama

Mungkin banyak Mama yang tak mengerti, mengapa si kecil menolak makanan yang mengandung serat. Padahal menu itu kalau disantap enak dan nikmat. Ini persoalan utama yang sering ditemui: ? Bentuk dan cara penyajiannya tidak menarik. Memang butuh kreativitas orangtua dalam mengkreasikan menu serat buat si buah hati. Tidak semata-mata enak disantap tapi juga musti sedap dipandang. ? Orangtua memaksa anak untuk makan menu mengandung serat sedangkan Mama Papa tidak memakan makanan berserat itu.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Orangtua yang menuntut anaknya makan sayur dan buah seharusnya memberikan contoh kepada anak. Jika anak melihat orangtuanya menyingkirkan sayur dan buah pada makanannya, anak akan berpesepsi bahwa sayur dan buah itu tidak enak. Alhasil, anak jadi tidak mau makan sayur (dan buah). Sebaliknya jika anak melihat orangtuanya lahap makan sayur dan buah, anak akan tergoda dan mau memakannya juga. Artinya, orangtua menjadi role model untuk anak.

Jika anak menolak, para orangtua diharapkan tidak putus asa dan coba kembali dengan bentuk dan menu yang lebih menarik lagi. ? Orangtua harus mengamati mengapa anak tidak mau makan sayur. Apakah anak hanya tak suka sayuran dan buah tertentu? jika itu masalahnya, gantilah dengan buah dan sayur yang lain. Sebagai contoh, anak tidak suka makan kangkung karena rasanya sedikit pahit.

Coba ganti dengan bayam yang rasanya lebih netral. Atau wortel yang dibentuk unik seperti bintang dan rasanya manis. Alternatif lain jika sayur tidak mau, berikan buah yang manis dan berwarna menarik. Dapat juga diberikan agar/agar atau puding. ? Jika anak tetap menolak memakan serat, di sini orangtua harus menjelaskan dengan bahasa sederhana yang dapat dimengerti anak tentang manfaat dari sayur dan buah yang disajikan.

1 Dari 8 Anak Berisiko Campak

Jeda antara waktu vaksinasi campak yang kurang ideal serta keputusan orangtua untuk menolak vaksinasi, membuat jumlah anak penderita campak meningkat, demikian menurut studi yang dilakukan Robert Bednarczyk, PhD, Asisten Profesor di Hubert Department of Global Health, Rollins School of Public Health, Emory University, Atlanta. Ini sungguh disayangkan, mengingat campak adalah salah satu penyakit berbahaya yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Bila anak Mama tidak pernah divaksin atau pernah tapi tidak lengkap, risikonya terkena campak akan semakin tinggi, sementara campak termasuk mudah menular melalui kontak langsung maupun udara.

Sumber : https://ausbildung.co.id/